Pada peringatan bahagia atas masuknya Ibu-Ku yang Maha Kudus ke dalam Surga — ciptaan-Ku, namun terutama Ibu-Ku, dari siapa Aku mengambil daging — Surga telah dipersiapkan dengan sangat mewah untuk penyambutan ini, yang unik di antara semua lainnya. Ratu Surga dan Bumi akan segera melakukan penyambutan-Nya; para Malaikat telah mempersiapkan segalanya agar penghormatan yang layak Ia terima menjadi luar biasa — tidak seperti yang diberikan kepada anak-anak Bapa mana pun.
Ia masuk dengan didahului oleh Malaikat Pelindungnya, yang tidak lain adalah Malaikat Kehidupan — Malaikat yang luar biasa dan agung di antara semua malaikat — dan yang, saat Ia melintasi ambang pintu, membungkuk dalam-dalam dan membiarkan Ia lewat di depannya sementara Allah menantikan-Nya: Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.
Cahaya senyuman mereka menerangi seluruh Surga, dan mereka yang hadir juga membungkuk dalam-dalam. Kekaguman memenuhi wajah mereka dengan kegembiraan, dan Maria melangkah maju menuju Allah dengan langkah yang percaya diri — seperti seorang anak tercinta menuju Bapanya, seorang ibu yang setia menuju Putranya, seorang istri yang sangat mencintai menuju Suaminya yang dihormati. Ia mendekati mereka dengan rasa hormat sekaligus, yang terutama, kasih; Allah menyelimuti-Nya, dan Ia kemudian memancarkan cahaya yang begitu indah, begitu lembut, namun pada saat yang sama begitu menyilaukan sehingga melampaui semua yang hadir dalam keindahan, kecemerlangan, dan kemegahan.
Mereka bertepuk tangan untuk sosok yang mereka kenal sebagai Ratu mereka, dan Allah mengundang-Nya untuk berada di sisi-Nya. Senyumannya begitu indah dan matanya begitu hangat sehingga semua orang berlutut dan bertepuk tangan untuk-Nya.
Allah akhirnya menjadi sebagaimana yang Ia kehendaki: berada di sisi, untuk selama-lamanya, ciptaan-Nya yang paling indah — Puteri-Nya, Ibu-Nya, Mempelai-Nya, Ratu untuk selama-lamanya.
Para malaikat kemudian berbaris melewati-Nya, dan Ia menyapa setiap dari mereka atas pekerjaan mereka, yang selalu dilakukan dengan semangat dan kemahiran. Mereka membungkuk di hadapan-Nya, berjanji untuk melayani-Nya dengan setia sebagaimana yang selalu mereka lakukan; kemudian para kudus, baik laki-laki maupun perempuan, maju bergantian, satu per satu, dan menjanjikan kesetiaan mereka kepada-Nya sebagai hamba abadi dari Ratu Surga dan Bumi.
Surga dipenuhi dengan sukacita untuk selama-lamanya. Tuhan dipenuhi dengan sukacita, Maria dipenuhi dengan sukacita, dan para Malaikat serta Orang Kudus dipenuhi dengan sukacita. Dan sejak saat itu, Maria, Ratu Surga dan Bumi, tidak pernah berhenti menjaga umat manusia — atas setiap laki-laki, setiap perempuan, dan setiap anak secara khusus — untuk memohon pembelaan mereka di hadapan Tuhan, dan untuk memperoleh rahmat yang luar biasa serta pertobatan yang luar biasa bagi masing-masing dari mereka.
Maria, yang sudah sempurna dan istimewa di bumi, melipatgandakan karunia alaminya sepuluh kali lipat di Surga, sambil memperoleh karunia tambahan, karena di Surga, segala sesuatu tidak terbatas, dan Maria dapat mengambil tanpa batas dari Harta ilahi. Tuhan telah memberikan kantong-Nya kepada Maria, yang darinya Ia mengambil sesuka hati sambil menunjukkan kebijaksanaan yang besar. Ia memberi dengan berlimpah tetapi selalu pada waktu yang tepat; Ia tidak memboroskan, karena Ia tahu bahwa anak-anak di bumi membutuhkan seorang Ibu untuk dihormati, dicintai, dan digugah hatinya.
O Maria, yang dikandung tanpa dosa, Ratu Surga dan bumi,
Doakanlah kami yang berpaling kepada-Mu!
Kami tahu bahwa Engkau dekat, sangat dekat dengan kami,
Bahwa kami dapat meminta apa pun kepada-Mu,
Bahwa Engkau tidak akan ragu untuk menjawab doa-doa kami.
Hati Keibuan-Mu begitu lembut, begitu halus, dan begitu cepat
Untuk bergegas menemui anak-anak-Mu
Terkadang begitu tidak bahagia atau begitu ceroboh,
Sehingga kami tidak ragu untuk berpaling kepada-Mu
Untuk memohon Engkau menjadi perantara bagi kami di hadapan Allah.
Kami sangat mencintai-Mu,
Kami percaya kepada-Mu!
Dan Maria akan menjawab setiap doa, setiap seruan; Ia akan berpaling kepada Allah untuk memohon kepada Hati Bapa-Nya, untuk memengaruhi Hati Putra-Nya, dan untuk menggerakkan Hati Mempelai-Nya. Dan Ia selalu menang karena Kasih tidak dapat ditolak, Kasih selalu memberi, Kasih memberikan diri-Nya tanpa henti.
Surga kini adalah Kerajaan-Nya, dan Ia memiliki pengaruh yang tak tertandingi atas Allah; Allah tidak dapat menolak apa pun dari-Nya, karena di bumi pun Ia tidak pernah menolak apa pun dari-Nya.
MARIA, RATU SURGA DAN BUMI,
ALLAH MENGASIHIMU,
KAMI MENCINTAI-MU DAN KAMI MERAYAKAN-MU,
SELURUH SURGA SEDANG MERAYAKANNYA HARI INI,
ASUMSI ANDA.
Bagimu, Anak-anak-Ku, Tuhanmu dan Allahmu.
Source: ➥ SrBeghe.blog